Kota Putussibau Lumpuh Karena Banjir
Ekonomi - / Sabtu, 9 Oktober 2010 09:36 WIB
Metrotvnews.com, Pontianak: Aktivitas masyarakat di Kota Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, lumpuh, karena hampir semua wilayah terendam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter lebih.
"Air masih terus naik dan hampir semua wilayah di kota ini terendam air," kata Kepala Bagian Humas Setda Pemkab Kapuas Hulu Jantau, Sabtu (10/9).
Ia menyebutkan banjir kali ini sebagai yang terbesar sejak 30 tahun terakhir.
"Sekitar 60 persen rumah sudah dimasuki air dengan ketinggian antara setengah meter sampai dua meter dari lantai," kata Jantau.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa karena banjir tersebut.
Nina (26), salah seorang warga Kota Putussibau mengatakan, air sudah mencapai ketinggian satu meter di daerah rumah Betang Kampung Melapi.
Warga pun memilih untuk mematikan telepon selular guna menghemat baterai karena listrik padam.
"PLN mematikan listrik sejak Jumat (8/10) tengah malam. Sudah banjir, listrik padam," kata Nina.
Sementara itu di Kecamatan Lanjak, yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, juga mulai terkena banjir.
Padahal, lanjut Lauren (35), Kecamatan Lanjak ini letaknya lebih tinggi dibanding daerah lain di Kapuas Hulu.
Akses jalan dari Putussibau ke Lanjak juga rusak parah.
"Butuh waktu empat hari untuk sampai, padahal jaraknya tidak terlalu jauh," kata Lauren.
Ansela, warga Putussibau yang tengah tugas belajar di Yogyakarta, mengaku khawatir dan terus memantau kondisi banjir di kampungnya.
Ia mengatakan, air sudah memasuki rumah dengan ketinggian 20 centimeter. Padahal Jumat malam masih delapan centimeter dari lantai.
Kabupaten Kapuas Hulu merupakan kabupaten yang wilayahnya ditetapkan sebagai daerah konservasi. (Ant/RIE)
Ekonomi - / Sabtu, 9 Oktober 2010 09:36 WIB
Metrotvnews.com, Pontianak: Aktivitas masyarakat di Kota Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, lumpuh, karena hampir semua wilayah terendam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter lebih.
"Air masih terus naik dan hampir semua wilayah di kota ini terendam air," kata Kepala Bagian Humas Setda Pemkab Kapuas Hulu Jantau, Sabtu (10/9).
Ia menyebutkan banjir kali ini sebagai yang terbesar sejak 30 tahun terakhir.
"Sekitar 60 persen rumah sudah dimasuki air dengan ketinggian antara setengah meter sampai dua meter dari lantai," kata Jantau.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa karena banjir tersebut.
Nina (26), salah seorang warga Kota Putussibau mengatakan, air sudah mencapai ketinggian satu meter di daerah rumah Betang Kampung Melapi.
Warga pun memilih untuk mematikan telepon selular guna menghemat baterai karena listrik padam.
"PLN mematikan listrik sejak Jumat (8/10) tengah malam. Sudah banjir, listrik padam," kata Nina.
Sementara itu di Kecamatan Lanjak, yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, juga mulai terkena banjir.
Padahal, lanjut Lauren (35), Kecamatan Lanjak ini letaknya lebih tinggi dibanding daerah lain di Kapuas Hulu.
Akses jalan dari Putussibau ke Lanjak juga rusak parah.
"Butuh waktu empat hari untuk sampai, padahal jaraknya tidak terlalu jauh," kata Lauren.
Ansela, warga Putussibau yang tengah tugas belajar di Yogyakarta, mengaku khawatir dan terus memantau kondisi banjir di kampungnya.
Ia mengatakan, air sudah memasuki rumah dengan ketinggian 20 centimeter. Padahal Jumat malam masih delapan centimeter dari lantai.
Kabupaten Kapuas Hulu merupakan kabupaten yang wilayahnya ditetapkan sebagai daerah konservasi. (Ant/RIE)






